SPASI CINTA yang Kedua-Nofear

April 2, 2008

Spasi lahir untuk menandai, spasi ada sebagai pemisah, spasi muncul untuk membentangkan jarak. Jarak yang coba dikalahkan oleh manusia dengan teknologi dan semacamnya. Hingga manusia menjadi lupa esensi dari sebuah hubungan yang sebenarnya. Bukan jarak sesungguhnya yang harus dipatahkan, tetapi justru ketakutan dalam diri manusia akan hilangnya rasa yang tersimpan karena terpisah jarak. Bukan pula teknologi yang harusnya diandalkan. Ia hanya berusaha merangkaikan sebuah hubungan semampunya. Sementara selebihnya ia berharap pada kesanggupan manusia. Kesanggupan untuk mempertahankan sebuah rasa. Rasa yang dinamai manusia, “cinta”. Karena teknologi pada dasarnya tak sempurna dan jarak itu pada hakikatnya akan selalu disana. Seperti halnya spasi diantara cinta.

Pernahkah kau berpikir kenapa bahasa kita punya lebih dari 1 kata untuk menerjemahkan kata “love”?? Kenapa bahasa kita punya kata: “cinta”, “sayang”, “kasih”, hanya untuk sebuah kata “love” tersebut. Apa kata itu begitu istimewa?? Ataukah hanya bahasa kita yang terlalu kaya kosakata?? Ah, entahlah. Akan lebih baik mungkin kalau kita tidak memparsialkannya. Cukup anggap “love” tersebut sebagai perasaan tulus yang kita bagi untuk sesama. Karena “love” itu universal, dan bukankah “love” itu semestinya universal?? Jadi katakan, apakah kau sudah punya “love’ itu??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: